BUDIDAYA CABAI DALAM POT



Terakhir Diperbaharui (Selasa, 30 November 1999 07:00)
Ditulis oleh Gunadi.SP
Kamis, 17 Mei 2012 22:18
Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}
I. PENDAHULUAN
Tanaman Cabai merupakan tanaman sayuran yang relative gampang dibudidayakan di dalam pot, bahkan bila perawatannya baik tanaman ini mampu berbuah lebat dengan masa panen yang panjang sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Cabai yang kita kenal beragam jenisnya , ada cabai besar (Capsicum annum), diantaranya cabai merah, cabai keriting, cabai bulat dan Paprika. Sedangkan yang termasuk cabai kecil adalah cabai rawit yang terkenal pedas. Meskipun banyak varietasnya, semua cabai besar termasuk perdu semusim. Cabai besar biasnya hanya hidup satu musim saja sedangkan cabai rawit bisa mencapai umur 3 tahun dengan produksi non-stop jika dirawat dengan baik, kecuali Paprika yang memerlukan teknologi budidaya cukup rumit.
Semua jenis cabai mudah dibudidayakan di dalam pot untuk skala rumah tangga, jenis cabai yang akan ditanam tergantung pada selera dan kepentingan masing-masing.
II. CARA BUDIDAYA
A. Menyiapakan Bahan Tanam
1. Menyiapkan benih
Benih cabai untuk keperluan penanaman di pot dapat diproduksi sendiri baik dari cabai yang tersedia di dapur maupun yang baru di beli dari pasar, tetapi harus dipilih cabai yang benar-benar sehat dan berkualitas. Tetapi yang paling baik kalu kita langsung beli benih dari toko pertanian yang sudah bersertifikat.
2. Menyiapkan Media Semai
Cara paling mudah tempay persemian menggunakan wadah ceper seperti kayu, baki, atau tray setebal 8- 10 cm yang telah dilubangi bagian bawahnya. Wadah semai kemudian diisi media campuran berupa tanah, pasir dan pupuk kandang 1 : 1 : 1 ditambah sedikit TSP dan NPK yang sudah dihaluskan .
3. Perlakuan Benih
Sebelum disemai benih direndam dalam air hangat atau larutan Atonik agar dapat berkecambah dengan baik. Dalam perendaman biasanya ada benih yang terapung dan tenggelam, buang benih yang terapung dan biarkan benih yang tenggelam selama 2-3 jam.
4. Menyemai Benih
Benih yang telah direndam ditebar diatas media semai dengan jarak tanam 3 – 5 Cm, agar perakaran setiap individu tanaman tidak sampai rusak.
5. Menyapih
Setelah berumur 1-2 minggu atau berdaun 2- 3 helai dipindahkan ke dalam wadah yang lebih besa (disapih) sebelum ditanam didalam pot permanent. Media sapih berupa pasir, tanah, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.Pilih bibit yang pertumbuhannya paling baik
B. Pot Dan Media Tanam
1. Menyiapkan Pot
Pot untuk tanaman cabai sebaiknya tidak berupa pot ceper tapi dipilih pot yang dalam., karena cabai memiliki perakaran yang dalam berdiameter ± 15 cm dapat berupa pot dari tanah , kaleng bekas atau drum.
2. Menyiapkan Media Tanam
Campuran media tanam dalam pot dapat dipakai tanah + pasir + pupuk kandang, abu sekam +pupuk kandang, atau tanah + pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 atau dua bagian tanah dan satu bagian media lainnya. Akan lebih baik jika kedalam media tersebut ditambah KCl dan TSP secukupnya, Furadan 3G untuk mematikan hama dan media tanam sebaiknnya mempunyai pH 5,5-6,8.
3. Mengisi Pot Dengan Media
Sebelum diisi tanah, pot diberi lubang drainase lalu diisi selapis pecahan bata merah sebagai pengendali drainase. Kemudisn disi media tanam sampai sekitar 5 cm dari bibir pot dan ditempatkan diruang terbuka. Media tanam sebaiknya disiram terlebih dahulu sebelum ditanami..
C. Penanaman dan Pemeliharaan di Pot
1. Menanam bibit
Pilih bibit yang paling baik dan dipindahkan secara hati-hati dan dimasukan kedalam pot yang telah diisi sepertiga bagiannya.kemudian diratakan dan dipadatkan dengan tangan kemudian tanaman disiram dan diletakan ditempat terbuka.
2. Penyiraman
Penyiraman bisa dilakukan secara rutin 1 hari sekali sesuai dengan kondisi tanaman. Penyiraman bisa dilakukan secara manual dengan tangan , maupun sisitem tetes sederhana.
3. Pemupukan
Pemupukan dapat dilakukan seminggu sekali jika menghendaki tanaman tumbuh subur. Pemupukan sebaiknya melalui penyiraman, . caranya buat larutan urea atau ZA 10 gram/10 liter air siramkan pada media, pada masa produktif dengan urea, TSP, KCl diberikan 1:2:1 sebanyak 0,5-3 gram/liter air tergantung umur tanaman. Selain pemberian pupuk akar , tanaman juga diberi pupuk daun karena kandungan unsur mikronya cukup baik, misalnya pupuk daun Greener 2001, Bayfolan, Greenzit, Complesal, Super mes, Vitablon dan Multimicro. Penyemprotan dilakukan 14 hari sekali dengan setengah dosis.
4. Pemasangan ajir
Pemasangan ajir tujuannya agar dapat menompang tanaman cabai sehingga bisa berdiri dengan kokoh, pemasangan dilakukan sedini mungkin maksimal 1 bulan setelah tanam, kalau terlambat mengakibatkan akar tanaman rusak.
5. Perempelan
Perempelan dilakukan terhadap tunas samping yang muncul pada tanaman sebelum memasuki masa pembungaan dilakukan 2-3 kali sampai terbentuk cabang utama.
6 . Pengendalian Hama Penyakit
Hama yang banyak menyerang tanaman cabai diantaranya yaitu thrips, tungau merah dan aphid hijau, ketiga jenis serangga ini pembawa virus keriting, sedangkan penyakit yang menyerang yaitu layu (Fusarium sp.) antraknosa, busuk daun dan lain-lain. Pengendalian Hama Penyakit ini bias dilakukan dengan konsep PHT.
7. Pemungutan Hasil
Jika dirawat dengan baik, tanaman cabai dalam pot dapat dipanen hasilnya mulai umur 45 – 50 hari. Buah cabai dapat dipanen setiap 1-2 minggu sekali selama 6 bulan untuk cabai besar, dan bisa bertahun-tahun untuk cabai rawit jika pemeliharaan tanamannya benar-benar baik.
Sumber : Majalah Trubus Volume 319 Juni 1996.
God Given ( Yang Diberikan Tuhan)



Terakhir Diperbaharui (Selasa, 30 November 1999 07:00)
Ditulis oleh A. Budhi Gunawan, SP. - BP3K Cilimus
Kamis, 17 Mei 2012 16:03
Saat kita memohon kekuatan, Tuhan memberikan kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita kuat.......
Saat kita memohon kebijakan, Tuhan memberikan kita persoalan untuk kita selesaikan.......
Saat kita memohon kemakmuran, Tuhan memberikan kita otak dan tenaga untuk kita bekerja..........
Saat kita memohon kemurahan dan kebaikan hati, Tuhan memberikan kita kesempatan untuk kita berbuat baik.......
Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, mungkin itu akan melumpuhkan kita, dan kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu.
Kita tidak selalu memperoleh apa yang kita inginkan, tetapi kita mendapatkan apa yang kita butuhkan.
Sumber : Diary of Svetlana D. R.
UPAYA UNTUK MENGEFEKTIFKAN PENYULUHAN PERTANIAN



Terakhir Diperbaharui (Rabu, 16 Mei 2012 14:16)
Ditulis oleh A. Budhi Gunawan, SP. - BP3K Cilimus
Rabu, 16 Mei 2012 13:33
Penyuluhan yang bertujuan untuk menawarkan inovasi sampai dengan inovasi tersebut diadopsi oleh masyarakat bukanlah merupakan pekerjaan yang gampang. Didalam prakteknya, penyuluhan menuntut: 1. Kerja keras 2. Kesabaran 3. Waktu yang cukup lama Penyuluhan merubah perilaku seseorang serta membantu orang lain agar dapat membantu dirinya sendiri. Jika dipaksakan akan mematikan partisipasi dan kreativitas masyarakat, yang akhirnya akan menciptakan suasana ketergantungan.
Selanjutnya: UPAYA UNTUK MENGEFEKTIFKAN PENYULUHAN PERTANIAN
BAGAIMANA PENYULUHAN DAPAT MEMBANTU PETANI



Terakhir Diperbaharui (Selasa, 30 November 1999 07:00)
Ditulis oleh Jajang Suandi, A. Md.
Rabu, 16 Mei 2012 13:25
Peranan utama penyuluhan di banyak negara pada masa lalu dipandang sebagai alih teknologi dari peneliti ke petani.
Sekarang peranan penyuluhan lebih di pandang sebagai proses membantu petani untuk mengambil keputusan sendiri , dengan cara menambah pilihan bagi mereka dan dengan cara menolong mereka mengembangkan wawasan.
Pendapat petani dan keputusannya selalu didasarkan kepada kenyataan hidup dan dugaan mereka terhadap konsekuensi tindakannya. Namun bayangan tentang suatu kenyataan tidak selalu sesuai dengan kenyataan itu sendiri.
Petani lebih cepat mengubah sikap bila berada dalam kekhawatiran , kemudian diberi cara yang praktis untuk mengurangi kekhawatiran tersebut.
Yang penting adanya perubahan sikap sesuai dengan yang dikehendaki atau dikhawatirkan petani. Oleh karena itu tugas penyuluh membantu petani untuk menghadapi kenyataan ini. Dan ini memberi mereka pengalaman, karena dari tindakan mereka, diperoleh konsekuensi sesuai yang diharapkan. Dengan seringnya mencapai konsukensi yang diharapkan, petani menjadi lebih baik dalam menyesuaikan dirinya dalam kehidupan. Oleh karena itu Petani didorong untuk mengembangkan kebebasan yang luas dalam pengambilan keputusan.
Penyuluh dalam membantu petani, mengupayakan bagaimana agar mereka dapat membentuk pendapat yang sehat, dan membuat keputusan yang baik dengan cara berkomunikasi dan memberikan informasi yang mereka perlukan. Petani sering menanyakan apa yang terbaik bagi dirinya ?
Oleh karena itu dalam hubungan penyuluh dengan petani, penyuluh harus membantu petani untuk membuat keputusan yang bermanfaat bagi mereka , penyuluh tidak boleh paternalistik, hanya boleh memberikan bantuan yang diinginkan petani. Penyuluh harus mempromosikan otonomi petani untuk memutuskan sendiri bagaimana mereka ingin mengembangkan usahatani mereka serta penyuluh harus jujur dalam membuat keputusan apabila menghadapi sesuatu yang bertentangan dan membawa akibat buruk pada diri petani atau pada kepercayaan petani kepada penyuluh.
Cara terbaik membantu petani, :
1. Mengetahui masalah apa yang dihadapi petani
2. Memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan seperti pemecahan masalah yang sedang dan akan dihadapi,
3. Upaya-upaya perubahan yang perlu dilakukan,
4. Pemilihan alternatif-alternatif dalam menilai sutu pilihan dan peluang-peluang baru yang belum diketahui dan dirasakan oleh petani serta mengintensifkan kegiatan dan optimasi sumberdaya yang dimiliki demi perbaikan kehidupannya.
Membangun Kepercayaan Petani. Tumbuh Dan Berkembangnya Dibangun Melalui
1. kejujuran, kaitannya dengan keunggulan dan kelemahan inovasi yang ditawarkan,
2. besarnya manfaat yang dirasakan,
3. kesiapannya untuk membantu petani,
4. keterbukaan dan mudah dihubungi, serta
5. menepati janji teruatama berkaitan dengan kesepakatan-kesepakatan yang telah ditetapkan bersama.
Renungan dan Renungkan



Terakhir Diperbaharui (Rabu, 16 Mei 2012 14:22)
Ditulis oleh Aris Sutrisna
Selasa, 15 Mei 2012 22:00
RENUNGAN
Saat harapan tidak seperti yang diharapkan
Ketika kegagalan datang membawa penyesalan
Harus ada senyuman untuk menghilangkan kesedihan
Jadi lebih kuat dan tetap semangat!!
Perlakukanlah setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat.meski mereka berlaku buruk pada kamu. Ingatlah bahwa kamu menunjukan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka tapi karena siapakah diri kamu
Hadapilah problem hidup diri kamu dan akuilah keberadaannya, tetapi jangan biarkan diri kamu di kuasainya.Biarkanlah diri kamu menyadari adanya pendidikan situasi berupa kesabaran, kebahagiaan, dan pemahaman makna. (Hellen Keller) Memecahkan masalah itu sulit, mengenal masalah lebih sulit, tetapi menemukan masalah jauh lebih sulit (Albert Einstein)
Dititik ketika kegelisahanku menemukan penawarnya
Masih banyak memang yang bisa aku lakukan
Namun setidaknya jalan lurus telah aku tempuh meski hanya dalam diam
Jika engkau miskin bersyukurlah karena engkau akan sedikit bertanggungjawab akan hartamu
Jika engkau kaya bersykurlah karena engkau mempunya banyak kesempatan beramal
Apapun yang terkadang kita anggap kekurangan sesungguhnya itu rahmat jika kita mensyukurinya
Apapun yang kita anggap nikmat bisa jadi azab jika kita tidak mensyukurinya
Tidak pernah ada kata gagal bagi setiap muslim yang tawwakal
yang ada adalah keberhasilan yang diberikan Allah berbeda dengan yang kita inginkan
tidak semua yang menurut kita baik, baik juga menurut Allah