Ulti Clocks content

Jadwal Shalat

Mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

Terakhir Diperbaharui (Selasa, 30 November 1999 07:00) Ditulis oleh adhari Kamis, 01 September 2011 20:21

Saat musim kemarau tiba, masyarakat yang tinggal di dalam dan di sekitar kawasan hutan dituntut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Pada dasarnya kebakaran hutan dapat diakibatkan oleh alam dan ulah manusia. Kebakaran hutan yang disebabkan oleh alam misalnya akibat letusan gunung berapi atau disebabkan oleh sambaran petir. Gesekan antar pohon yang terjadi secara terus menerus yang didukung dengan tingginya temperatur udara juga bisa menimbulkan titik api yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Namun pakta menunjukan bahwa penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang paling sering terjadi diakibatkan oleh aktipitas/ulah manusia dengan berbagai motif. Membuka lahan untuk perladangan maupun perkebunan dengan cara membakar, bekas api unggun yang tidak dimatikan apinya, membuang puntung rokok di kawasan yang rawan kebakaran adalah hal yang umum terjadi sebagai penyebab kebakaran akibat ulah manusia.

Apapun motifnya, kebakaran hutan dan lahan menimbulkan kerugian yang sangat besar, baik secara ekologis, ekonomis, maupun sosial. Kerugian secara ekologi yaitu dengan matinya berbagai tumbuhan dan hewan, matinya jasad hidup mikro maupun makro dalam tanah yang berfungsi sebagai dekomposer, terjadinya polusi udara yang menyebabkan semakin padatnya kandungan CO2 di atmosfir yang bisa menimbulkan Efek Rumah Kaca. Terbukanya lantai hutan akibat terjadinya kebakaran juga mengganggu sistem tata air yang memungkinkan terjadinya erosi dan banjir dimusim hujan. Terjadinya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan sangat mengganggu aktipitas masyarakat. Kegiatan transportasi darat, laut, maupun udara sebagai indikator jalanya roda perekonomian menjadi lumpuh. Serta kerugian secara sosial dapat dilihat dari berkurangnya jam kerja, meurunnya tingkat kesehatan dan lain-lain.

Mengingat dampak negatif yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan dapat dirasakan di berbagai aspek kehidupan, maka langkah bijaksana yang harus dilakukan adalah berupaya melakukan pencegahan.  Mengenal dan memahami faktor yang menjadi penyebabnya adalah langkah awal dari proses pencegahan. Beberapa hal yang dapat dilakukan selanjutnya adalah :

  • Jangan melakukan pembakaran saat membuka ladang untuk pertanian maupun perkebunan.
  • Lakukan pengecekan api unggun sebelum meninggalkannya.
  • Jangan membuang puntung rokok sembarangan di daerah rawan kebakaran.
  • Membentuk kelompok/satlak damkarhut di daerah masing-masing yang dikoordinasikan dengan aparat dan dinas terkait.
  • Melakukan patroli secara rutin di daerah rawan kebakaran.
<-- footer -->